Zenohzen – Hai beberapa penggemar komik! Manga mania termasuk juga komik manga serta beberapa hal bau manga, lalu anime addict, pengikut saluran komik online, tukang baca komik tingkat kronis, intinya semua yang gak dapat hidup sedetik juga tanpa ada komik! Sudah pada makan belum? Gebetan sehat? Moga sehat semua deh ya intinya. BTW, Kamu-kamu yang menyukai baca komik sudah pada tahu belum asal mula komik?
Kalau komik didefinisikan jadi serangkaian gambar berurutan, bermakna komik sudah jadi sisi budaya manusia semenjak zaman dulu, sebab langkah komunikasi manusia pada zaman itu berbentuk gambar di gua, candi, atau dinding bangunan. Jadi, kapan tetapnya komik tampil di dunia tidak dapat dijelaskan dengan tentu.

Sesudah beratus-ratus tahun peradaban manusia, komik lahir dengan bermacam. Pada 1873, komikus berkebangsaan Swiss, Rudolphe Topffer mengaku komiknya yang berjudul “The Adventures of Obadiah Oldbuck” jadi komik pertama di Eropa, bahkan juga dunia.

Pada 1884, komik karya Ally Sloper berjudul “Half Holiday” dipublikasikan dan dianggap sebagai komik strip majalah pertama di dunia. Kemudian pada 1895, lahir terobosan baru di dunia komik, yakni kemunculan komik berseri dengan tokoh tetap. Komik berjudul “Hogan’s Alley” itu dibuat oleh Richard Felton Outcault dan dianggap sebagai awal bangkitnya komik di Amerika.
Pada 1895, R. F. Outcault meluncurkan buku komik dan dianggap sebagai yang pertama di dunia. Buku yang berjudul “The Yellow Kid” itu menjadi titik tolak komik modern dunia. Selanjutnya komik memasuki masa-masa keemasan pada tahun 1930-an. Saat itu, muncul karakter komik seperti Flash Gordon, Dick Tracy, Tarzan, Superman, Batman, hingga Captain Marvel. Waaahh…udah panjang nih ngedongeng nya. Belum selesai nih sejarah komik. Dari situ, mulai menyebarlah semangat membuat komik.

Lain di Amerika, lain pula di Eropa. Komik yang populer di Eropa pada tahun 1929 adalah “Tintin” karya Herge. “Tintin” yang bergenre drama petualangan itu mendominasi pasar hingga 1970-an. Tak hanya “Tintin”, komik Eropa yang juga terkenal di masa itu adalah “Asterix” karya Uderzo.

Komik Tintin

Komik Asterix Obelix
Begitulah perkembangan komik di Eropa dan Amerika. Gimana kalo di Asia? Komik mulai berkembang setelah perang dunia kedua. Di kawasan Asia, geliat komik tumbuh di Jepang sebagai produsen komik terbesar. Osamu Tezuka dianggap sebagai pelopor komik, dan dikenal dengan karyanya “New Treasure Island” dan “Shintakarajima”. Pertumbuhan komik di Jepang saat itu sangat cepat.
Kalo di Indonesia? Awal kelahiran komik di Indonesia dimulai sejak kelahiran komik strip Put On karya Kho Wan Gie pada harian Sin Po sekitar tahun 1930an. Pada akhir 1940an, banyak komik strip Amerika yang dibukukan oleh penerbit lokal. Saat komik Amerika membanjir, Siaw Tik Kwei hadir dengan komik yang berhasil mengalahkan popularitas Tarzan di kalangan pembaca lokal. Terinspirasi dari kepopuleran komik Amerika, R. A. Kosasih membuat karakter superhero ala Indonesia. Karakter superhero lain pun bermunculan, seperti Siti Gahara, Puteri Bintang dan Garuda Putih. Kalo komik Indonesia pertama yang dibukukan apa ya? Ternyata itu karya Abdulsalam dengan judul Kisah Pendudukan Jogja.
Periode 1960-1970an diakui banyak orang sebagai era kejayaan komik Indonesia. Banyak komikus berbakat lahir dan melahirkan karya melegenda, seperti Si Buta Dari Gua Hantu (Ganes TH), serial Mahabharata (R. A. Kosasih), Gundala Putra Petir (Hasmi), Godam (Wid NS), Panji Tengkorak (Hans Jadalara), Jaka Sembung (Djair), Rio Purbaya (Jan Mintaraga).

Sedangkan pada tahun 1980an, jagad komik Indonesia memasuki masa suram. Meski sedang dalam masa sulit, komik-komik punakawan tumaritis (Petruk, Gareng, Bagong) karya Tatang S. berhasil menembus pasar komik Indonesia dengan menjual buku komiknya lewat pedagang mainan anak-anak keliling.
Pasca reformasi, dunia komik Indonesia kembali berusaha bangkit. Komik Imperium Majapahit karya Jan Mintaraga serta Legenda Sawung Kampret karya Dwi Koen menjadi pemicu kebangkitan komik Indonesia.

Komik Legenda Sawung Kampret
Kehadiran komik tidak hanya dalam bentuk cetak. Komik berkembang lewat media lain. Setelah beberapa puluh tahun komik eksis, komik cetak di Korea sempat menghadapi masa sulit. Kemudian muncullah komik digital di Korea. Webtoon adalah istilah untuk komik atau animasi yang diterbitkan per bab melalui beberapa website Korea, seperti Naver atau Daum. Webtoon bisa disebut juga dengan komik Internet atau webcomic. Sejak kemunculannya di tahun 2002 sampai sekarang, pangsa pasar Korean webtoon berkembang pesat, dan diperkirakan meraup pendapatan hingga 150 miliar won!
Lingkup serta penebaran komik digital makin luas serta cepat. Pembaca komik digital selalu makin bertambah dari sekian waktu. Tidak cuma di Korea, pembaca komik digital menebar di seputar Korea. Indonesia jadi satu diantara negara dengan pembaca komik digital paling banyak. Sampai 2015 saja, pembaca komik digital telah lebih dari 6 juta orang. Dengan hadirnya komiks, mudah-mudahan dunia komik digital semakin berkembang, jadi wadah buat beberapa komikus dalam berkarya, serta makin dekat sama beberapa pembaca.






